Fenomena Reseller Aplikasi, Pin Konveksi, Line Proyeksi, Link dan Trik di Social Media Line

  Bisnis adalah kegiatan atau bentuk aktivitas penjualan jasa dan barang yang bertujuan utnuk mencari atau memperoleh keuntungan kepada pihak yang berusaha yang berlangsung secara terus menerus selama masih memberikan keuntungan. Setiap orang tentunya berfikir bagaimana mendapatkan keuntungan secara terus menerus. Lalu apa permasalahannya dari topik yang akan saya bahas ini?

Indonesia adalah negeri yang sangat fenomenal. Berbagai keunikan terjadi di negeri ini, tidak hanya dari permasalahan politik dan pemerintahan. Terkadang, keunikan tersebut bisa datang dari rakyat itu sendiri. Saat ini dunia teknologi sudah semakin berkembang menuju titik dimana orang selalu memanfaatkan teknologi, mulai dari berbelanja, berkendara, mencari jalan, bahkan hingga memesan makanan pun semua dilakukan secara online melalui teknologi Internet.

Ditengah maraknya teknologi yang berkembang, sosial media sebagai sarana untuk berkomunikasi juga ikut berkembang, bermula dari Friendster pada tahun 2005 dilanjutkan oleh Facebook yang ngetrend pada tahun 2009. Ketika Facebook menjadi raja sosial media, pada tahun 2010 bermunculan aplikasi chatting yang mulai melakukan perlawanan terhadap Facebook seperti Whatsapp, BBM dan WeChat. Perlawanan itu sendiri menjadi keunikan karena Whatsapp dan WeChat diakses melalui handphone. Facebook juga mengeluarkan versi mobile-nya namun Whatsapp, BBM dan WeChat masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Pada tahun 2012 datanglah sosial bernama Line. Pada tahun 2012 Line mungkin tidak menarik banyak pengguna, karena pada saat itu trend sosial media adalah Twitter. Namun seiring perkembangan jaman pada tahun 2014 masyarakat Indonesia terutama para remaja, mulai beralih ke Line. Tidak hanya Line, masyarakat Indonesia juga menggunakan BBM sebagai alat mereka berkomunikasi. Namun keunikan Line itu sendiri adalah dia dapat membuat sebuah sosial media yang dimasukkan kedalam Handphone. Line adalah sebuah aplikasi yang memasukkan sosial media dan aplikasi chatting didalam satu aplikasi. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena Line mempunyai fitur timeline yang dapat memungkinkan kita untuk mengupdate status layaknya Facebook. Namun apa bedanya dengan BBM? Mereka juga bisa mengganti Personal Message, namun didalam Line kita dapat mengomentari status tersebut. Line bagaikan perpaduan antara BBM yang bisa chatting dengan orang lain dan juga bagaikan Facebook yang dapat mengupdate, komentar dan share status.

Setelah Line marak digunakan masyarakat Indonesia, Line mengeluarkan sebuah Aplikasi bernama Line@. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk membuat Fanspage layaknya Facebook. Tentunya aplikasi ini sangat dimanfaatkan keberadaannya oleh orang Indonesia. Orang Indonesia mulai membuat fanspage 1CAK, MCI ID [Meme Comic Indonesia], 9GAG, dll. Namun ada juga sebagian orang yang memanfaatkan fanspage tersebut untuk bisnis.

Pada awal tahun 2015, muncul sebuah bisnis bernama “Reseller Aplikasi”. Bisnis tersebut adalah bisnis dimana kita menjual LINK sebuah aplikasi  dimana aplikasi tersebut diupload ke Dropbox atau Google Drive. Didalam bisnis tersebut kita diiming iming akan mendapatkan keuntungan bisnis hingga berjuta-juta.

24976249781463190425742

Tentu kalian pernah liat screenshot diatas kan? Nah itu adalah contoh rayuan dari penjual aplikasi reseller. Lalu masalahnya dimana? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Yang mereka jual adalah Link, bukan aplikasi secara langsung yang tinggal install. Jika kita bandingkan dengan pembajak kaset game atau DVD di mall-mall tentu pembajak tersebut pekerjaan yang tidak mulia, namun setidaknya mereka menjual sesuatu yang dapat kita langsung gunakan, lalu bagaimana dengan Link? Hanya Link, bukan aplikasi. Bahkan link-link tersebut banyak tersedia di google, dan website ataupun blog yang share tidak menjual aplikasi tersebut, kenapa? Karena mereka mendapatkannya secara gratis, dan mereka tidak menjualnya kembali, mereka hanya share aplikasi itu di blog mereka. Lalu permasalahannya, kenapa LINK itu harus dijual? Kenapa orang-orang indonesia sangat bodoh sehingga mau membeli dan menjadi resellernya? Orang ditipu karena ketidaktahuan, maka dari itu kita harus menjadi orang yang hati-hati, pintar dan cermat dalam bertindak.
  2. Salah satu gambar ada yang berkata bisnis ini bukan MLM. Kalian tahu pengertian bisnis MLM? MLM adalah suatu bisnis atau usaha yang mengutamakan jaringan dari sejumlah orang dalam bentuk tingkatan-tingkatan atau level yang bertujuan untuk memasarkan barang/jasa. Jelas sekali bisnis tersebut menyerempet ke MLM, kenapa? Contohnya adalah sebagai berikut, saya adalah tangan pertama atau perusahaan yang menjual Link, lalu saya iming-imingkan Andi sebagai pembeli aplikasi saya dengan alasan bisa buka reseller. Andi menjadi reseller saya, setelah itu Andi membuka reseller kembali dan menggaet Budi sebagai Resellernya. Lalu Budi membuka kembali dan menggaet Charli. Begitu seterusnya, hingga orang terakhir tidak mempunyai orang untuk digaet karena sudah terlalu banyak orang yang bisnis seperti ini. Saya rasa yang membuat bisnis seperti ini cukup bodoh karena mereka tidak bisa berpikir secara ekonomi yang akan membuat pangsal pasar bertahan cukup lama. Saat ini bisnis tersebut sudah tidak jelas. Jelas sekali bisnis ini MLM! Namun ketika saya berdebat dengan salah satu reseller apa jawaban mereka? “yang penting bisa ngehasilin duit sendiri daripada minta orang tua” well, stupid answer. Saya hanya tersenyum ketika membaca balasan tersebut, orang Indonesia banyak yang berfikir bagaimana cara mendapatkan uang, tapi sebagian tidak pernah berfikir darimana uang itu datang, bagaimana pola aliran uang tersebut, apakah uang tersebut halal, apakah uang tersebut menipu. Banyak dari kita yang dibutakan oleh harta, oleh karena itu saya disini mengajak teman – teman untuk menggunakan otaknya agar berfikir dua kali sebelum bertindak.
  3. Mungkin sebagian dari kamu yang membaca artikel ini berkata “ah buktinya saya sukses tuh dapat uang banyak”. Ya tentu kamu sukses mendapat uang jutaan rupiah. Apa kamu yakin uang itu halal? Pernahkah kamu berfikir apa yang kamu jual itu halal? Tahukah kamu darimana firsthand itu mendapatkan produk yang kamu jual? Tahukah kamu bisnis diatas itu hanyalah pemutaran uang saja, karena mudah sekali membuat bisnis seperti ini. Kalian hanya cukup mengumpulkan sesuatu lalu menjualnya dalam bentuk digital dan itu tidak sulit. Saya bisa saja daridulu mendapatkan uang jutaan rupiah, namun apakah itu baik? Jelas tidak. Menjual sesuatu yang tidak harus dijual adalah perbuatan orang-orang jahat. Kenapa? Karena itu bisa didapatkan gratis, sebagian orang Indonesia lebih suka mendapatkan uang ketimbang membantu orang lain, kenapa? Karena hati dan mata mereka sudah dibutakan oleh uang. Jelas sekali HARTA adalah salah satu dari tiga hal perusak di dunia ini. Orang-orang di kaskus saja membagikan ilmu mereka secara gratis dan ilmu itu sangatlah berguna, namun kenapa kalian para reseller dan penjual membodoh-bodohi orang Indonesia yang tidak mengerti dengan mulut kalian? Bukankah itu kejam? Pernahkah kalian berfikir? Jika iya dan kalian taubat, itu bagus. Jika tidak berarti benar – benar sudah dibutakan oleh Harta. Sesungguhnya kalian hanya memutar uang demi keuntungan kalian dan menjual sesuatu yang tidak berguna.
  4. Penjualan sesuatu yang tidak berguna. Pernahkah kalian berfikir aplikasi yang mereka jual berguna tidak sih? Kalian yang pernah join pasti bilang berguna, berguna apanya? Menurut saya itu hanya sampah, semuanya ada di intenet. Rhonna Design, Afterlight semua sama yang di jual di reseller dan di Internet. Sampah sekali menjual sesuatu yang sudah ada di Internet. Orang-orang kalian bodohi dengan mulut kalian hanya untuk mendapatkan uang. Bahkan panel IG tersebut sudah ada semua di Internet. Orang Indonesia hanyalah malas mencari, mereka malas sehingga dapat dibodohi dengan mudah. Bahkan Link Jutaan apps itu setelah saya lihat banyak aplikasi yang tidak berguna, seperti keyboard warna warni, pengganti background android, pengganti font. Apalagi Trik paket internet, Kuota Dll. Itu hanya permainan mereka saja, trik-trik paket internet tersebut ada di Internet dan di share di berbagai blog. Untuk Trik Kuota Gratis jelas sekali itu penggunaan VPN sebagai kuota internet, untuk anak IT pasti sudah tidak asing dengan VPN, jika itu disebut internet gratisan pasti akan ditertawakan oleh banyak anak IT. VPN itu hanya menggunakan server luar negeri untuk mengakses situs-situs. Sebenarnya hanya memanfaatkan bug dari operator kalian lewat server luar negeri makanya bisa internet gratis, tapi internet gratis itu tidak menjamin kalian bisa internet sebulan gratis, kuota kalian paling hanya 50MB untuk akun VPN Gratisan. VPN digunakan untuk akses situs yang diblokir seperti situs Bokep, KumpulBagi, dan lain lain. Yaampun orang bodoh mana yang mau membeli aplikasi sampah tersebut yang dijadikan satu dengan harga diatas Rp. 250.000,00 untuk menjadi reseller? Wasting money! Lebih baik uang itu saya gunakan untuk hal yang lebih berharga dan lebih bermanfaat seperti membeli makanan, minuman atau kebutuhan kuliah. Jangan buang-buang uang!

Saya sudah lama sekali muak dengan para penjual aplikasi, line proyeksi, pin konveksi, dan trik-trik yang tidak jelas dan tidak bermanfaat ini. Oleh karena itu saya membuat artikel ini agar orang-orang sadar, bahwa menjual aplikasi itu tidak baik. Pembajakan aplikasi (Crack) saja sudah melanggar aturan dan bisa dipenjara, apalagi menjualnya? Semoga orang Indonesia dapat mengerti dan sadar bahwa tidak perlu menjual sesuatu yang tidak perlu dijual. Karena semuanya dapat ditemukan di Internet secara gratis.
Saya mohon maaf jika kata-kata di artikel saya menyinggung anda para penjual aplikasi,pin konveksi, line proyeksi, dan Trik-Trik. Saya harap anda mengerti dan sadar. Terimakasih

CEO Anak IT (Line)

M Hudya Ramadhana

Iklan

2 pemikiran pada “Fenomena Reseller Aplikasi, Pin Konveksi, Line Proyeksi, Link dan Trik di Social Media Line

  1. Gak ada ruginya bisnis ini. Gue udah masuk dan ini halal. Emang nya jual link itu perbuatan keji.namanya berdagang . kalau jual mangga sama jual link kan sama sama berdagang . kalau gak mau capek bisa beli mangga nya langsung. Kalau mau capek ,bisa panjat pohon mangga nya. Sama saja dengan bisnis ini

Ada komentar? tulis aja.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s